Tugas softskill !!!!!!
1.Penegrtian
Paham kekuasaan dan teori berpolitik :
>>Teori
politik memiliki
dua makna: makna pertama menunjuk teori sebagai pemikiran spekulatif tentang
bentuk dan tata cara pengaturan masyarakat yang ideal, makna kedua menunjuk
pada kajian sistematis tentang segala kegiatan dalam masyarakat untuk hidup
dalam kebersamaan. Contoh teori politik yang merupakan pemikiran spekulatif
adalah teori politik Marxis-Leninis atau komunisme, contoh lain adalah teori politik
yang berdasar pada pemikiran Adam Smith kapitalisme. Pemikiran Tan Malaka dalam tulisannya Madilog
, merupakan contoh teori politik
Indonesia. Nasakom yang diajukan Soekarno merupakan contoh lain.
Sedangkan
teori politik sebagai hasil kajian empirik bisa dicontohkan dengan teori struktural -
fungsional yang
diajukan oleh Talcot Parson (seorang sosiolog), antara lain diturunkan kedalam
teori politik menjadi Civic Culture. Konsep sistem politik sendiri
merupakan ciptaan para akademisi yang mengkaji kehidupan politik (sesungguhnya
diturunkan dari konsep sistem sosial).
A. Paham kekuasaan
Paham kekuasaan menurut beberapa para ahli yaitu :
TEORI-TEORI KEKUASAAN
Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham
kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh negara yang bersangkutan.
1. Paham-Paham Kekuasaan
a. Machiavelli (abad XVII)
Sebuah negara itu akan bertahan apabila menerapkan
dalil-dalil:
1. Dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala
cara dihalalkan
2. Untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide
et empera) adalah sah.
3. Dalam dunia politik,yang kuat pasti dapat bertahan
dan menang.
b. Napoleon Bonaparte (abad
XVIII)
Perang dimasa depan merupakan perang total, yaitu
perang yang mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional. Napoleon
berpendapat kekuatan politik harus didampingi dengan kekuatan logistik dan
ekonomi, yang didukung oleh sosial budaya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi
suatu bangsa untuk membentuk kekuatan pertahanan keamanan dalam menduduki dan
menjajah negara lain.
c. Jendral Clausewitz (abad
XVIII)
Jendral Clausewitz sempat diusir pasukan Napoleon
hingga sampai Rusia dan akhirnya dia bergabung dengan tentara kekaisaran Rusia.
Dia menulis sebuah buku tentang perang yang berjudul “Vom Kriegen” (tentang
perang). Menurut dia perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Buat
dia perang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa.
d. Fuerback dan Hegel
Ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah
seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan seberapa banyak emas
yang dimiliki oleh negara itu.
e. Lenin (abad XIX)
Perang adalah kelanjutan politik dengan cara
kekerasan. Perang bahkan pertumpahan darah/revolusi di negara lain di seluruh
dunia adalah sah, yaitu dalam rangka mengkomuniskan bangsa di dunia.
f. Lucian W. Pye dan Sidney
Kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai
apabila berakar pada kebudayaan politik bangsa ybs. Kebudayaan politik akan
menjadi pandangan baku dalam melihat kesejarahan sebagai satu kesatuan budaya.
Dalam memproyeksikan eksistensi kebudayaan politik
tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi-kondisi obyektif tetapi juga harus
menghayati kondisi subyektif psikologis sehingga dapat menempatkan kesadaran
dalam kepribadian bangsa.
2.Penegrtian
unsur,asas,tujuan,sosialisasi,wawasan nusantara :
>>Setiap
perundang-undangan yang dibuat selalu didasari sejumlah asas atau prinsip
dasar. Kata asas ialah dasar atau alas (an), sedang kata prinsip merupakan
sino-nimnya (Wojowasito, 1972:17 dan 227)
Asas hukum merupakan fondasi suatu perundang-undangan. Bila asas tersebut dikesampingkan, maka bangunan undang-undang dan segenap peraturan pelaksananya akan runtuh.
Asas hukum merupakan fondasi suatu perundang-undangan. Bila asas tersebut dikesampingkan, maka bangunan undang-undang dan segenap peraturan pelaksananya akan runtuh.
>>Berikut ini adalah
pengertian dan definisi tujuan:
# H.R. DAENG
NAJA
Tujuan
merupakan misi sasaran yang ingin dicapai oleh suatu organisasi di masa yang
akan datang dan manajer bertugas mengarahkan jalannya organisasi untuk mencapai
tujuan tersebut
# IDA
NURAIDA
Tujuan
merupakan bagian dari fungsi planning atau perencanaan dan merupakan langkah
awal fungsi manajemen
# SPILLANE,
SJ
Tujuan
merupakan bagian dari proses mencapai keserasian dan konsentrasi kekuasaan
# ABUBAKAR A
& WIBOWO
Tujuan
merupakan norma terakhir untuk organisasi menilai dirinya. Tanpa tujuan,
organisasi tidak mempunyai dasar yang jelas
# KEN
MCELROY
Tujuan
merupakan langkah pertama dalam proses mencapai kesuksesan dan tujuan juga
merupakan kunci mencapai kesuksesan
# JEMSLY H
& MARTANI H
Tujuan
merupakan sesuatu yang mungkin untuk dicapai, bukan sesuatu yang utopis.
>>Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer
kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam
sebuah kelompok atau masyarakat.
sederhananya, Sosialisasi adalah Proses interakasi antara individu dengan individu, kelompok atau masyarakat.
sederhananya, Sosialisasi adalah Proses interakasi antara individu dengan individu, kelompok atau masyarakat.
>>Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap
bangsa Indonesia
mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945.[1]
Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan
menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.
TULISAN !!
1..Contoh konkrit implementasi wawasan nusantara dalam
aspek(politik,ekonomi,sosial) :
>>
Sasaran implementasi Wawasan
Nusantara dalam kehidupan nasional adalah :
Menjadi
pola yang mendasari cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam rangka
menghadapi, menyikapi, menangani berbagai permasalahan menyangkut kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berorientasi pada kepentingan
rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh dalam bidang :
Politik, menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan
dinamis.
Ekonomi, menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin
pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan
merata.
Sos-Bud, menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui dan
menerima serta menghormati : segala bentuk perbedaan (kebhinekaan) sebagai
kenyataan yang hidup disekitarnya dan sekaligus sebagai karunia Tuhan.
Han-Kam, menumbuhkembangkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa
yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara
Indonesia.
2.contoh konkrit tantangandalam implementasi wawasan
nusantara :
>>TANTANGAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA
Dewasa
ini kita menyaksikan bahwa kehidupan manusia baik secara individu dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara semuanya sedang mengalami siatu proses
perubahan.
Dan kita
juga menyadari bahwa faktor yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut
adalah nilai-nilai kehidupan baru yang dibawakan oleh negara-negara maju dengan
kekuatan penetrasi globalnya.
Tetapi
jika kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta itu sendiri
perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar, yang alamiah. Tidak
ada kehidupan dunia itu yang abadi atau kekal kecuali berkaitan dengan Wawasan
Nusantara yang sarat dengan nilai-nilai budaya bangsa dan dibentuk dalam proses
panjang sejarah perjuangan bangsa.
Akankah
wawasan bangsa Indonesia tentang persatuan kesatuan itu larut atau hanyut tanpa
bekas atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam terpaan dan gempuran nilai
global yang menantang Wawasan Persatuan Bangsa Indonesia antara lain adalah:
Pemberdayaan
rakyat yang optimal, dunia tanpa batas, serta era baru kapitalisme dan
kesadaran warga negara.
1.
Pemberdayaan Masyarakat.
a. JOHN
NAISBIT. Dalam bukunya Global Paradox menulis “To be a global powers,
the company must give more role to the smallest part”. Pada intinya
global paradox memberikan pesan bahwa negara harus dapat memberikan peranan
sebesar-besarnya kepada rakyatnya. Dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat
untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh negara-negara yang
sudah maju dengan “Buttom Up Planning”, sedang untuk negara-negara berkembang
seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia masih melaksanakan program “Top Down
Planning”, mengingat keterbatasan sumber daya alam, sehingga diperlukan
landasan operasional berupa GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara).
Pend. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 3 dari 8
b. Kondisi
Nasional. Pembangunan Nasional secara menyeluruh belum merata, sehingga
masih ada beberapa daerah ketertinggalan pembangunan yang mengakibatkan
keterbelakangan dalam aspek kehidupannya. Kondisi tersebut menimbulkan
kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat, apabila kondisi ini
berlarut-larut masyarakat di beberapa daerah tertinggal akan berubah pola
pikir, pola sikap dan pola tindak, mengingat masyarakat sudah tidak berdaya
dalam aspek kehidupannya. Hal ini merupakan ancaman bagi tetap tegak dan
utuhnya NKRI. Dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat maka diperlukan
prioritas utama pembangunan daerah tertinggal, agar masyarakat dapat berperan
dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan diseluruh aspek kehidupan, yang di
dalam pelaksanaannya diatur dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 22
Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.
Dari uraian tersebut diatas tentang pesan
Global Paradox dan Kondisi Nasional dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat dapat
merupakan tantangan Wawasan Nusantara, sehingga pemberdayaan untuk kepentingan
rakyat banyak perlu mendapat prioritas utama mengingat Wawasan Nusantara
memiliki makna persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan untuk lebih mempererat
kesatuan bangsa.
2. Dunia Tanpa Batas.
a. Perkembangan
IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Perkembangan global saat ini sangat
maju dengan pesat, didukung dengan perkembangan IPTEK yang sangat modern
khususnya di bidang teknologi informasi, komunikasi dan transportasi seakan
akan dunia sudah menyatu menjadi kampung sedunia, dunia menjadi transparan
tanpa mengenal batas negara, sehingga dunia menjadi tanpa batas. Kondisi yang
demikian membawa dampak kehidupan seluruh aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara yang dapat mempengaruhi pola pikir, pola sikap dan pola
tindak seluruh masyarakat Indonesia di dalam aspek kehidupannya. Keterbatasan
kualitas SDM Indonesia dibidang IPTEK merupakan tantangan serius menghadapi
gempuran global, mengingat penguasaan IPTEK merupakan nilai tambah untuk
berdaya saing di percaturan global.
b. KENICHI OMAHE.
Dengan dua bukunya yang terkenal dengan “Borderless World dan The End Of
The Nation State”, mengatakan bahwa, dalam perkembangan masyarakat
global, batas-batas wilayah negara dalam arti geografi dan politik masih
relatif tetap, namun kehidupan suatu negara tidak mungkin dapat membatasi
kekuatan global yang berupa informasi, investasi, industri dan konsumen yang
makin individual. Kenichi Omahe juga memberikan pesan bahwa untuk dapat
menghadapi kekuatan global suatu negara harus mengurangi peranan pemerintahan
pusat dan lebih memberikan peranan kepada pemerintah
Pend. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 4 dari 8
daerah dan
masyarakat. Hal ini kiranya dapat dimengerti bahwa, dengan memberikan peranan
yang lebih besar kepada pemerintah daerah, berarti memberikan kesempatan
berpartisipasi yang lebih luas kepada seluruh masyarakat. Apabila masyarakat yang
dilibatkan dalam upaya pembangunan, maka hasilnya akan lebih meningkatkan
kemampuan dan kekuatan bangsa dalam percaturan global.
Dari uraian tersebut
diatas, tentang perkembangan IPTEK dan perkembangan masyarakat global dikaitkan
dengan Dunia Tanpa Batasdapat merupakan tantangan Wawasan Nusantara, mengingat
perkembangan tersebut akan dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam pola
pikir, pola sikap dan pola tindak didalam bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
3. Era Baru
Kapitalisme.
a. SLOAN AND ZUREKER.
Dalam
bukunya “Dictionary Of Economics”, menyebutkan tentang
kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta
atas macam-macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian
dengan pihak lain dan untuk berkecimpung dalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang
dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba
guna diri sendiri. Di era baru kapitalisme bahwa sistem ekonomi untuk
mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitas-aktivitas secara luasdan
mencakup semua aspek kehidupan masyarakat, sehingga di dalam sistem ekonomi
diperlukan strategi baru yaitu adanya keseimbangan.
b. LESTER THUROW. Didalam bukunya “The
Future Of Capitalism”, ditegaskan antara lain bahwa untuk dapat bertahan
dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan
(balance) antara paham individu dan paham sosialis. Dikaitkan dengan era baru
kapitalisme tidak terlepas dari globalisasi, maka negara-negara kapitalis yaitu
negara-negara maju dalam rangka mempertahankan eksistensinya dibidang ekonomi
menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu global yang mencakup
demikratisasi, HAM (Hak Asasi Manusia) dan lingkungan hidup. Strategi baru yang
ditegaskan oleh Lester Thurow pada dasarnya telah tertuang dalam falsafah
bangsa Indonesia yaitu Pancasila yang mengamanatkan keharmonisan kehidupan yang
serasi,selaras dan seimbang antara individu, masyarakat, bangsa, manusia dan
dalam semesta serta penciptanya.
Dari uraian di atas, tentang definisi
kapitalisme yang semula untuk keuntungan diri sendiri dan kemudian berkembang
strategi baru guna mempertahankan paham kapitalisme di era globalisasi, menekan
negara-negara berkembang termasuk Indonesia dengan isu global. Hal ini sangat
perlu diwaspadai karena merupakan tantangan bagi Wawasan Nusantara.
Pend. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 5 dari 8
4. Kesadaran Warga
Negara.
a. Pandangan Bangsa
Indonesia Tentang Hak dan Kewajiban. Bangsa Indonesia melihat bahwa hak tidak
terlepas dari kewajiban, maka manusia Indonesia baik sebagai warga negara
maupun sebagai warga masyarakat, mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang
sama. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan, karena
merupakan satu kesatuan tiap hak mengandung kewajianban dan demikian
sebaliknya, kedua-duanya merupakan dua sisi dari mata uang yang sama. Negara
kepulauan Indonesia di dasarkan atas paham negara kesatuan, menempatkan
kewajian di muka sehingga kepentingan umum atau masyarakat, bangsa dan negara
harus didahulukan dari kepentingan pribadi dan golongan.
b. Kesadaran Bela
Negara. Pada
waktu merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menunjukkan kesadaran
bela negara yang optimal, dimana seluruh rakyat bersatu padu berjuang tanpa
mengenal perbedaan, tanpa pamrih dan tidak mengenal menyerah yang ditunjukkan
dalam jiwa heroisme dan patriotisme karena senasib sepenanggungan dan setia
kawan melalui perjuangan fisik mengusir penjajah untuk merdeka. Di dalam
mengisi kemerdekaan perjuangan yang dihadapi adalah perjuangan non fisik yang
mencakup seluruh aspek kehidupan, khusunya untuk memerangi keterbelakangan,
kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme,
mengusai IPTEK, meningkatkan kualitas SDM guna memiliki daya saing /kompetitif,
transparan dan memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Didalam
perjuangan non fisik secara nyata kesadaran bela negara mengalami penurunan
yang sangat tajam bila dibandingkan dengan perjuangan fisik, hal ini dapat
ditinjau dari kurangnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan adanya beberapa
daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI, sehingga mengarah ke disintegrasi
bangsa.
Dari uraian tersebut,
perihal pandangan bangsa Indonesia tentang hak dan kewajiban serta kesadaran
bela negara, apabila dikaitkan dengan kesadaran warga negara secara utuh
mengalami penurunan kesadaran didalam persatuan dan kesatuan, mengingat
anak-anak bangsa belum sepenuhnya sadar sebagai warga negara yang harus selalu
mengutamakan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi dan atau golongan.
Kondisi yang demikian dapat merupakan tantangan bagi Wawasan Nusantara.
PROSPEK IMPLEMENTASI
WAWASAN NUSANTARA
Berdasarkan beberapa
teori mengemukakan rumusan atau pandangan global sebagai berikut :
Pend. Kewarganegaraan – ATA 07/08 Halaman 6 dari 8
1. Global Paradox.
Memberikan pesam bahwa negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya
kepada rakyatnya.
2. Borderless
World dan The End Of Nation State. Mengatakan bahwa batas wilayah geografi
negara relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus
batas tersebut. Selanjutnya pemerintah daerah perlu diberi peranan yang lebih
berarti.
3. Lester Thurow
dalam bukunya The future Of Capitalism. Memberikan gambaran bahwa strategi
baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu
atau kelompok dengan masyarakat banyak serta antara negara maju dengan negara
berkembang.
4. Hezel Handerson
dalam bukunya Building Win Win World. Mengatakan bahwa perlu ada perubahan
nuansa perang ekonomi menjadi masyarakat dunia yang lebih bekerjasama,
memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang
demokratis.
5. Ian Marison
dalam bukunya The Second Curve. Dijelaskan bahwa dalam era baru timbul
adanya peranan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan teknologi baru
yang mengantar terwujudnya masyarakat itu.
Dari pesan-pesan yang disampaikan dalam nilai yang
berkekuatan global tersebut di atas ternyata tidak ada satupun yang menyatakan
tentang perlu adanya persatuan bangsa, sehingga akan berdampak konflik antar
bangsa karena kepentingan nasionalnya tidak terpenuhi. Dengan demikian dapat
diambil kesimpulan bahwa Wawasan Nusantara sebagai cara pandang bangsa
Indonesia dan sebagai Visi nasional yang mengutakan persatuan dan kesatuan
bangsa masih tetap valid baik saat sekarang maupun di masa yang akan datang,
sehingga prospek Wawasan Nusantara dalam era mendatang masih tetap relevan
dengan norma-norma global. Dalam menghadapi gempuran global perlu lebih
diketengahkan fakta kebhinekaan dalam setiap rumusan yang memuat kata persatuan
dan kesatuan sehingga dalam implementasinya perlu lebih diberdayakan peranan
daerah dan rakyat kecil. Hal tersebut dapat diwujudkan apabila dipenuhi adanya
faktor-faktor dominan yaitu: keteladanan kepemimpinan nasional, pendidikan yang
berkualitas dan bermoral kebangsaan, media massa yang mampu memberikan
informasi dan kesan yang positif, serta keadilan dalam penegakkan hukum dalam
arti pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dalam
wadah NKRI.