Jumat, 12 Oktober 2012


Dalam artikel ini dibahas mengenai sebuah inovasi sistem transportasi darat yang disebut dengan Bus Rapid Transit (BRT) atau sering disebut juga dengan Busway. Istilah BRT telah muncul penerapannya di Amerika Utara dan Eropa dan ditularkan di berbagai belahan dunia dengan nama yang berbeda-beda seperti High-Capacity Bus SystemHigh-Quality Bus System,Metro BusSurface MetroExpress Bus system dan Busway System. BRT pertama kali di dunia diterapkan oleh Brazil, yakni dikota Curitiba pada tahun 1974 dengan istilah Rede Integrada de Transporte (RIT) atau sama pengertiannya dengan Integrated Transportation Network.
Main Issue
            BRT merupakan merupakan istilah yang diterapkan pada berbagai sistem transportasi publik khususnya Bis agar memberikan layanan lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan jalur Bis pada umumnya. “Bus Rapid Transit (BRT) adalalah suatu flesibel, moda dengan roda karet yang mempunyai transit yang cepat dan yang dikombinasikan station (halte), kendaraan, pelayanan, jalan dan elemen Intelligent Transportation System (ITS) dalam satu sistem yang terintegrasi dengan identitas yang kuat.”(Levinson et al.2003, p.12). “Bus Rapid Transit (BRT) adalah berkualitas tinggi, transit orientasi klien yang menawarkan kecepatan, nyaman, dan harga yang terjangkau.”(Wright, 2003, p. 1). Bus Rapid Transit (BRT), pada dasarnya mengemulasi karakteristik kinerja sistem transportasi kereta api modern atau kereta cepat. BRT biasanya diterapkan karena dilandasi oleh adanya perbaikan infrastruktur yang ada, perbaikan transportasi darat, kendaraan dan penjadwalan. Tujuan dari sistem ini dibuat yakni untuk mengubah pandangan manusia akan transportasi darat khususnya Bis, bahwa Bis dapat memberikan kenyamanan dan fleksibilitas layaknya seperti halnya moda angkutan kereta cepat dalam jangka waktu singkat (short-term). Selain itu, keunggulan dari sistem ini adalah penggunaan biaya yang bisa dipangkas sampai dengan 4-20 kali dibandingkan dengan penerapan Light Rail Transit (LRT) dan 10-100 kali lebih kecil dari sistem kereta api bawah tanah.
Contoh konkrit penerapan BRT dapat kita lihat dari diterapkannya Transjakarta (Busway) di kota Jakarta, Indonesia. Sistem ini dimodelkan berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses diBogotaKolombia. Perencanaan Busway telah dimulai sejak tahun 1997 oleh konsultan dariInggris. Pada awalnya lajur Transjakarta akan dibuat berlawanan dengan kendaraan lainnya, tapi dibatalkan karena alasan keselamatan. Pada akhirnya, lajur Transjakarta dibuat layaknya prinsip BRT yakni terletak pada lajur cepat jalan dengan halte berada ditengah-tengah dengan jarak yang ditentukan oleh standarisasi. Walaupun BRT telah diterapkan di banyak negara, Indonesia khususnya Jakarta tercatat memiliki jalur operasi BRT terpanjang di dunia. Hal ini membuat orang melihat Jakarta sebagai contoh yang perlu dipelajari masalah dan cara penanggulangannya dalam penerapan BRT.
Conclusion
            Penerapan BRT ditujukan untuk mengemulasikan karateristik kinerja sistem transportasi kereta cepat dengan keunggulan penerapannya dalam waktu singkat. Tujuan dari penerapan BRT di dunia guna memperbaiki infrastruktur, perbaikan jalur transportasi dan penjadwalan serta memberikan layanan cepat, nyaman dan fleksible dalam menggunakan transportasi publik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar